Kenapa ada yang Sunnah??, tidak lain untuk melengkapi hal-hal
yang Wajib yang belum tentu diterima dan dinilai oleh-Nya. Hanya membereskan
yang wajib saja juga menunjukkan kurangnya penghargaan kita kepada Sang
Penyebar Risalah tersebut. Kegalauan ini memuncak melihat kurangnya kesadaran
nurani kita untuk menggelar Sunnah-Sunnah yang telah diajarkan sebelumnya. Apakah
cukup hanya memenuhi raport kehidupan kita dengan yang Wajib yang nilainya mungkin
saja minus semua??? Kesadaran akan kekurangan dan dosa yang terlampau gila
banyaknya dijembatani oleh hal-hal yang Sunnah. Giat dan turutnya kita melaksanakan
Sunnah juga menunjukkan emansipasi jiwa dan nurani kita untuk diperhatikan oleh
yang Maha Kuasa. Ayo lengkapi yang Wajib dengan yang Sunnah. !!!