berselancar yuk..

Google
www motivasi-opini-rustan.blogspot.com

Sabtu, 29 September 2012

Kisah Tukang Kayu

From Anne Ahira Newsletter


Seorang tukang bangunan yang sudah tua berniat untuk pensiun dari profesi yang sudah ia geluti selama puluhan tahun. Ia ingin menikmati masa tua bersama istri dan anak cucunya. Ia tahu ia akan kehilangan penghasilan rutinnya namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh istirahat. Ia pun menyampaikan rencana tersebut kepada mandornya. Sang Mandor merasa sedih, sebab ia akan kehilangan salah satu tukang kayu terbaiknya, ahli bangunan yang handal yang ia miliki dalam timnya. Namun ia juga tidak bisa memaksa. Sebagai permintaan terakhir sebelum tukang kayu tua ini berhenti, sang mandor memintanya untuk sekali lagi membangun sebuah rumah untuk terakhir kalinya.

Dengan berat hati si tukang kayu menyanggupi namun ia berkata karena ia sudah berniat untuk pensiun maka
ia akan mengerjakannya tidak dengan segenap hati. Sang mandor hanya tersenyum dan berkata, "Kerjakanlah dengan yang terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas membangun dengan semua bahan terbaik yang ada."

Tukang kayu lalu memulai pekerjaan terakhirnya. Ia begitu malas-malasan. Ia asal-asalan membuat rangka bangunan, ia malas mencari, maka ia gunakan bahan-bahan berkualitas rendah. Sayang sekali, ia memilih cara yang buruk untuk mengakhiri karirnya. Saat rumah itu selesai. Sang mandor datang untuk memeriksa. Saat sang mandor memegang daun pintu depan, ia berbalik dan berkata, "Ini adalah rumahmu, hadiah dariku untukmu!"

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia sangat menyesal. Kalau saja sejak awal ia tahu bahwa ia sedang membangun rumahnya, ia akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya, ia harus tinggal di rumah yang ia bangun dengan asal-asalan. Inilah refleksi hidup kita!

Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini. Anggaplah rumah itu sama dengan kehidupan Anda. Setiap kali Anda memalu paku, memasang rangka, memasang keramik, lakukanlah dengan segenap hati dan bijaksana. 
Sebab kehidupanmu saat ini adalah akibat dari pilihanmu di masa lalu. Masa depanmu adalalah hasil dari keputusanmu saat ini.

Tolong sebarkan:  www.AnneAhiraNewsletter.com pada teman-teman 
yang lain. Saya yakin mereka akan sangat berterima kasih pada Rustan, 
begitu pun saya! :-)

Kamis, 06 September 2012

Mengejar Yang Wajib... Mengenyampingkan Yang Sunnah..


Kenapa ada yang Sunnah??, tidak lain untuk melengkapi hal-hal yang Wajib yang belum tentu diterima dan dinilai oleh-Nya. Hanya membereskan yang wajib saja juga menunjukkan kurangnya penghargaan kita kepada Sang Penyebar Risalah tersebut. Kegalauan ini memuncak melihat kurangnya kesadaran nurani kita untuk menggelar Sunnah-Sunnah yang telah diajarkan sebelumnya. Apakah cukup hanya memenuhi raport kehidupan kita dengan yang Wajib yang nilainya mungkin saja minus semua??? Kesadaran akan kekurangan dan dosa yang terlampau gila banyaknya dijembatani oleh hal-hal yang Sunnah. Giat dan turutnya kita melaksanakan Sunnah juga menunjukkan emansipasi jiwa dan nurani kita untuk diperhatikan oleh yang Maha Kuasa. Ayo lengkapi yang Wajib dengan yang Sunnah. !!!