Menciptakan Kreasi, Menumbuhkan Imaginasi, Menggapai Kesuksesan, Meloncat Menuju Masa Depan
berselancar yuk..
Jumat, 27 Agustus 2010
ayo...
penuh ide dan inovasi untuk perubahan yang lebih baik...
penuh semangat untuk meraih yang terbaik...
penuh kebaikan untuk menilai kebermanfaatan kita...
penuh cita-cita untuk mewujudkan masa depan cerah...
ayoo..
Jumat, 09 Juli 2010
Orang Indonesia yang Dikenal di Dunia Internasional.. dahsyatt

Taufik Hidayat (lahir di Bandung, Jawa Barat, 10 Agustus 1981; umur 28 tahun) adalah pemain bulutangkis tunggal putra dari Indonesia yang berasal dari klub SGS Elektrik Bandung dengan tinggi badan 176 cm.
Putra pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah ini adalah peraih medali emas untuk Indonesia pada Olimpiade Athena 2004 dengan mengalahkan Seung Mo Shon dari Korea Selatan di babak final. Pada 21 Agustus 2005, dia menjadi juara dunia dengan mengalahkan permain peringkat 1 dunia, Lin Dan di babak final, sehingga menjadi pemain tunggal putra pertama yang memegang gelar Kejuaraan Dunia Bulutangkis dan Olimpiade pada saat yang sama. Selain itu, ia juga sedang memegang gelar juara tunggal putra Asian Games (2002, 2006). Ia tampil di Olimpiade Beijing 2008, namun langsung kalah di pertandingan pertamanya, melawan Wong Choong Hann di babak kedua.
Selain itu, dia juga telah enam kali menjuarai Indonesia Terbuka: 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, dan 2006.
Pengalaman lainnya antara lain pada Piala Thomas (2000, 2002, 2004, 2006, dan 2008) serta Piala Sudirman (1999, 2001, 2003, dan 2005).
Yang terkenal dari Taufik Hidayat adalah “Legendary BackHand Smash”
2. Putera Sampoerna
Putera Sampoerna (lahir di Schidam, Belanda, 13 Oktober 1947; umur 62 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia yang dikenal sebagai presiden ketiga perusahaan rokok PT. HM Sampoerna. Putera adalah generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia. Dia adalah putra dari Aga Sampoerna dan cucu dari Liem Seeng Tee, pendiri perusahaan Sampoerna.
Pria yang menggemari angka sembilan itu mulai menjadi figur penting dalam perusahaan setelah menerima tampuk pimpinan tertinggi sebagai chief executive officer dari ayahnya, Aga Sampoerna, pada 1986. Setelah Aga meninggal pada 1994, Putera semakin aktif menggenjot kinerja perusahaan dengan merekrut profesional mancanegara untuk turut mengembangkan kerajaan bisnisnya.
Putera dikenal luas sebagai nakhoda perusahaan yang tidak hanya lihai dalam melakukan inovasi produk inti perusahaannya, yakni rokok, namun juga jeli melihat peluang bisnis di segmen usaha lain. Di bisnis sigaret, nama Putera tidak bisa dihapus berkembangnya segmen pasar baru, yakni rokok rendah tar dan nikotin. HM Sampoerna adalah pelopor produk mild di tanah air dengan produknya, A Mild.
Pada masa kepemimpinananya, PT. Sampoerna juga memperluas bisnisnya ke dalam bidang supermarket dengan mengakuisi Alfa dan mendirikan Bank Sampoerna pada akhir 1980-an, meski bisnis perbankan ini akhirnya gagal.
Maret 2005 merupakan masa penting dalam perjalanan bisnis Putera Sampoerna dan keluarganya, dimana Putera memutuskan untuk menjual kepemilikan saham atas PT HM Sampoerna kepada PT Philips Morris Indonesia (Marlboro).
Sri Mulyani Indrawati (lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962; umur 47 tahun) adalah Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu. Ia sebelumnya menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008[2] dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.
Dan mulai 1 Juni 2010 dia akan menjadi Director of World Bank!
4. Chris John
Yohannes Christian John, atau lebih dikenal sebagai Chris John (lahir di Jakarta, 14 September 1979; umur 30 tahun) adalah seorang petinju Indonesia. Ia tercatat sebagai petinju Indonesia ketiga yang berhasil meraih gelar juara dunia, setelah Ellyas Pical dan Nico Thomas.
Ini neh daftar juaranya...
Kejuaraan dunia
* Meraih gelar juara kelas bulu WBA
* Menang melawan Osamu Sato di Tokyo, Jepang
* Seri melawan Jose Cheo Rojas yang pertama
* Menang melawan Derrick Gainer
* Menang melawan Tommy Browne di Australia
* Menang melawan Juan Manuel Marquez
* Menang melawan Renan Acosta
* Menang melawan Jose Cheo Rojas yang kedua
* Menang melawan Zaiki Takemoto di Kobe, Jepang
* Menang melawan Roinet Caballero di Jakarta, Indonesia
* Menang melawan Hiroyuki Enoki
* Seri melawan Ricardo Rocky Juarez
* Menang melawan Ricardo Rocky Juarez
* Pertandingan berikut: Melawan Fernando David Saucedo
Chris John dijadwalkan mempertahankan gelar WBA kelas bulu melawan Fernando David Saucedo, penantang peringkat 15 asal Argentina pada 22 Mei 2010 di Bali, dengan promotor Zaenal Thayeb.
5. Masih banyakkk lagi orang-orang indonesia lainnya... yang hebat, cerdas, dan berpengaruh bagi dunia.. luar biasa.. dan semoga semakin memotivasi kita untuk bisa melebihi pencapaian mereka.. pasti !!!
Dikutip dari http://haxims.blogspot.com/2010/07/orang-indonesia-yang-dikenal-dunia.html
Selasa, 22 Juni 2010
Beda Sikap Beda Harganya
biar semangat menyambut hari dan tantangan baru..
Di sebuah toko penjual burung, mempunyai 2 burung kakak tua. Kedua burung itu
berbeda, yang satu suka bernyanyi dan yang satunya lagi hanya diam saja. datang seseorang ingin membeli burung kakak tua. Ia berkata kepada si penjual burung :
Pembeli : Berapa harga burung kaka tua ini mas...??
Penjual : Kalau yang suka nyayi itu 500.000 rupiah, sedangkan yang diam itu 1.000.000 rupiah.
Pembeli : Lho kok yang suka nyayi harganya lebih murah dari yang hanya diam saja.
terus berkiprah, bersikap positif, menguatkan keyakinan dan kepercayaan diri... selamat bekerja kawan-kawan..
Zakumi : Welcome to Africa..
saatnya strategi, kekompakan, dan kemampuan menggocek si "jabulani", hingga goyangan dan hentakan emosi kemenangan ditunjukkan diseantero media oleh para tenaga kerja di bidang sepakbola.. he.. he..
selintas pengamatan saya, kehadiran world cup memberikan implikasi :
- Mereka yang hobi "penuh" di dunia bola sepak merasa perlu diberikan kompensasi berupa cuti sebulan.. he.. he..
- Meningkatnya perekonomian para penjual tivi dan antena UHF (yg boleh nyiarin diantaranya RCTI dan Global Doank.. :( ); para penjual kacang; penjual rokok; penjual kopi; hingga penjual kostum olahraga.. he.. he.. ternyata, world cup di afsel juga berdampak peningkatan perekonomian seluruh negara di dunia.. muanntapp, ini trickle down effect namanya..
- Penyakit ngantuk disiang hari merajalela.. :)
world cup perlu menjadi catatan bagi PSSI untuk terus berbenah, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas, profesionalitas, dan kompetensi persepakbolaan kita.. klo gak, masak kita harus jadi penggembira doank yang dengan semangattnya memberikan dukungan yang total bagi negara orang sana... :(
Ayo PSSI, garuda di dadaku, mari kita kembangkan sayapnya, kita asah cakarnya, kita terbangkan yang tinggi.. hebat betul..
Jumat, 23 April 2010
Merajut Etos Spiritualitas Dalam Dunia Kerja
Dunia kerja di negeri ini mungkin bisa terus melenting menuju kemuliaan kalau saja setiap pelakunya bisa merajut etos spiritualitas dalam sekujur raganya. Dunia kerja di negeri ini mungkin bisa terus mendaki menuju puncak keagungan kalau saja setiap pelakunya basah kuyup dengan siraman ruh spiritualitas yang terus mengalir.
Jadi ketika telah ada niatan untuk membangun dunia kerja yang penuh kemuliaan, lalu apa yang bisa disumbangkan oleh etos spiritualisme? Disini kita mencatat dua jenis kontribusi penting yang bisa disumbangkan bagi kemajuan dunia kerja dan praktek manajemen.
Yang pertama, dimensi spiritualitas memberikan pondasi yang kuat untuk membangun integritas moral yang kokoh bagi para pelaku dunai kerja (karyawan, pegawai negeri, pengusaha, kaum profesional). Itulah profil integritas yang dinaungi oleh misalnya, sikap kejujuran, kesederhanaan, dan sikap yang mengacu pada etika kebenaran serta niatan mulia untuk memanggul amanah (jujur dan dan tidak mau menyelewengkan posisi dan jabatan demi segenggam berlian).
Dimensi yang pertama ini demikian menghujam, sebab tanpa sikap moral yang amanah, bersih dan jujur, bagaimana mungkin kita bisa merajut dunia kerja yang penuh kemuliaan? Tanpa etika moralitas yang kuat, dunia kerja kita niscaya akan selalu terpelanting dalam kenistaan. Tanpa sikap amanah yang sarat dengan keikhlasan, dunia kerja kita akan senantiasa tenggelam dalam duka yang memilukan.
Kontribusi yang kedua berkaitan dengan pengembangan etos kerja yang berorientasi pada kemajuan dan keunggulan kinerja (excellent performance). Dimensi spiritualitas semestinya mampu dijadikan driving force yang kuat untuk menancapkan motivasi dan etos kerja yang selalu mengacu pada prestasi terbaik. Dalam konteks ini mestinya ada kesadaran kuat untuk menjalankan ”teologi kerja (job theology)” : atau sebuah niatan suci untuk selalu menganggap pekerjaan kita sebagai sebuah ibadah dan bentuk pengabdian kita pada Yang Maha Agung.
Ketika kita bekerja dikantor dengan asal-asalan dan menghasilkan kualitas brekele, atau ketika ketika kita mencederai amanah yang telah diberikan, maka mestinya kita menganggap ini semua sebagai sebuah ”dosa” dan kita mesti merasa malu dihadapan Yang Maha Tahu.
Sebaliknya, ketika kita selalu bisa mempersembahkan kinerja yang mulia, atau ketika kita mampu mengagas dan melaksanakan ide-ide kreatif untuk memajukan organisasi, maka mestinya ini semua tidak melulu didasari oleh keinginan untuk pamrih, melainkan pertama-tama mesti dilatari oleh niatan suci untuk beribadah. Sebuah niatan yang didorong oleh kehendak untuk mengabdi dan memuliakan Yang Diatas. Dalam konteks inilah, dimensi spiritualitas dapat menjelma sebagai sebuah inner force yang kokoh dan mampu memotivasi kita untuk terus bekerja keras memberikan yang terbaik.
Perjalanan membangun dunia kerja yang profesional dan sarat dengan nilai-nilai kemuliaan adalah sebuah marathon, bukan sprint. Disana dibutuhkan ketekunan, kegigihan dan sikap istiqomah untuk terus menggedor nurani diri kita dengan kesadaran bahwa “hidup ini hanyalah merupakan pengabdian tanpa henti pada Yang Menciptakan Hidup”. Dibutuhkan sejenis ketegaran yang terus melengking : menyuarakan kesadaran untuk terus menancapkan etos spiritualitas dalam dunia kerja kita sehari-hari.
Dua dimensi spiritualitas yang telah kita bahas diatas selayaknya bisa terus mengendap dalam ruang batin kita. Sebab dengan itulah kita bisa bersama-sama merangkai sebuah bangunan dunia kerja yang indah dan mendapat limpahan berkah tanpa henti.
Sebab dengan itu pula, kelak ketika kita diwawanacarai oleh malaikat di ujung pintu surga, kita bisa menceritakan segenap pengalaman kerja kita dengan penuh senyum dan kebahagiaan.
Selamat bekerja, teman. Semoga hari ini pekerjaan Anda mendapat limpahan barokah yang terus mengalir……
(dikutip dari www.strategimanajemen.net)
Merajut Etos Spiritualitas Dalam Dunia Kerja
Dunia kerja di negeri ini mungkin bisa terus melenting menuju kemuliaan kalau saja setiap pelakunya bisa merajut etos spiritualitas dalam sekujur raganya. Dunia kerja di negeri ini mungkin bisa terus mendaki menuju puncak keagungan kalau saja setiap pelakunya basah kuyup dengan siraman ruh spiritualitas yang terus mengalir.
Jadi ketika telah ada niatan untuk membangun dunia kerja yang penuh kemuliaan, lalu apa yang bisa disumbangkan oleh etos spiritualisme? Disini kita mencatat dua jenis kontribusi penting yang bisa disumbangkan bagi kemajuan dunia kerja dan praktek manajemen.
Yang pertama, dimensi spiritualitas memberikan pondasi yang kuat untuk membangun integritas moral yang kokoh bagi para pelaku dunai kerja (karyawan, pegawai negeri, pengusaha, kaum profesional). Itulah profil integritas yang dinaungi oleh misalnya, sikap kejujuran, kesederhanaan, dan sikap yang mengacu pada etika kebenaran serta niatan mulia untuk memanggul amanah (jujur dan dan tidak mau menyelewengkan posisi dan jabatan demi segenggam berlian).
Dimensi yang pertama ini demikian menghujam, sebab tanpa sikap moral yang amanah, bersih dan jujur, bagaimana mungkin kita bisa merajut dunia kerja yang penuh kemuliaan? Tanpa etika moralitas yang kuat, dunia kerja kita niscaya akan selalu terpelanting dalam kenistaan. Tanpa sikap amanah yang sarat dengan keikhlasan, dunia kerja kita akan senantiasa tenggelam dalam duka yang memilukan.
Kontribusi yang kedua berkaitan dengan pengembangan etos kerja yang berorientasi pada kemajuan dan keunggulan kinerja (excellent performance). Dimensi spiritualitas semestinya mampu dijadikan driving force yang kuat untuk menancapkan motivasi dan etos kerja yang selalu mengacu pada prestasi terbaik. Dalam konteks ini mestinya ada kesadaran kuat untuk menjalankan ”teologi kerja (job theology)” : atau sebuah niatan suci untuk selalu menganggap pekerjaan kita sebagai sebuah ibadah dan bentuk pengabdian kita pada Yang Maha Agung.
Ketika kita bekerja dikantor dengan asal-asalan dan menghasilkan kualitas brekele, atau ketika ketika kita mencederai amanah yang telah diberikan, maka mestinya kita menganggap ini semua sebagai sebuah ”dosa” dan kita mesti merasa malu dihadapan Yang Maha Tahu.
Sebaliknya, ketika kita selalu bisa mempersembahkan kinerja yang mulia, atau ketika kita mampu mengagas dan melaksanakan ide-ide kreatif untuk memajukan organisasi, maka mestinya ini semua tidak melulu didasari oleh keinginan untuk pamrih, melainkan pertama-tama mesti dilatari oleh niatan suci untuk beribadah. Sebuah niatan yang didorong oleh kehendak untuk mengabdi dan memuliakan Yang Diatas. Dalam konteks inilah, dimensi spiritualitas dapat menjelma sebagai sebuah inner force yang kokoh dan mampu memotivasi kita untuk terus bekerja keras memberikan yang terbaik.
Perjalanan membangun dunia kerja yang profesional dan sarat dengan nilai-nilai kemuliaan adalah sebuah marathon, bukan sprint. Disana dibutuhkan ketekunan, kegigihan dan sikap istiqomah untuk terus menggedor nurani diri kita dengan kesadaran bahwa “hidup ini hanyalah merupakan pengabdian tanpa henti pada Yang Menciptakan Hidup”. Dibutuhkan sejenis ketegaran yang terus melengking : menyuarakan kesadaran untuk terus menancapkan etos spiritualitas dalam dunia kerja kita sehari-hari.
Dua dimensi spiritualitas yang telah kita bahas diatas selayaknya bisa terus mengendap dalam ruang batin kita. Sebab dengan itulah kita bisa bersama-sama merangkai sebuah bangunan dunia kerja yang indah dan mendapat limpahan berkah tanpa henti.
Sebab dengan itu pula, kelak ketika kita diwawanacarai oleh malaikat di ujung pintu surga, kita bisa menceritakan segenap pengalaman kerja kita dengan penuh senyum dan kebahagiaan.
Selamat bekerja, teman. Semoga hari ini pekerjaan Anda mendapat limpahan barokah yang terus mengalir……
(dikutip dari www.strategimanajemen.net)
Selasa, 13 April 2010
“Waspadai Degradasi Perlakuan Pada Sektor Pertanian”
Coretan saya ini pernah dimuat di Buletin Gerbang Balitbangdaku (Kab. Kutai Kartanegara) Vol. 4 No. 11 Edisi April 2009, hal 24 - 25... he.. he.. narsis dulu.. :)
Meskipun saat ini tidak lagi menjadi penyumbang terbesar terhadap Product Domestic Bruto (PDB) Nasional, namun sektor pertanian tetaplah menjadi pilar utama terhadap keberlangsungan ekonomi makro secara keseluruhan. Terbukti dengan masuknya sektor ini dalam lima agenda program pembangunan nasional pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2010 yang intinya diharapkan dapat membantu menggerakkan pemulihan ekonomi nasional.
Sektor pertanian secara meyakinkan mengalami pertumbuhan yang cukup positif dalam 5 (lima) tahun terakhir ini. Kondisi inipun mencoba mengukuhkan optimisme kita akan swasembada dan ketahanan pangan yang berdaulat. Namun, alangkah baiknya kita untuk tidak terlena dan tetap mewaspadai sejumlah tantangan-tantangan di depan yang bisa saja akan semakin memberatkan langkah sektor pertanian ini untuk semakin maju sebagai penopang utama keberhasilan bangsa.
Hal-hal yang patut diwaspadai secara umum ke khusus yaitu terjadinya degradasi kebijakan perencanaan pembangunan daerah yang mengarusutamakan sektor pertanian secara luas (tanaman pangan, perikanan, peternakan, serta perkebunan); terjadinya degradasi jumlah lahan pertanian setiap tahun yang secara linear akan berpengaruh pada terjadinya degradasi produksi pangan; terjadinya degradasi jumlah peminat dibidang pertanian; terjadinya degradasi harga jual hasil pertanian; terjadinya degradasi daya dukung lahan; dan juga terjadinya degradasi kemampuan dan penguasaan terhadap pengelolaan usaha pertanian yang efektif.
Tantangan lainnya juga adalah, terjadinya perubahan iklim yang kian tidak menentu, pergeseran penggunaan energi yang saat ini beralih ke konsep bio-fuel, pertumbuhan jumlah penduduk yang kian tak terbendung dengan tingkat konsumsi yang semakin besar, faktor politik, serta spekulasi ekonomi yang turut mengombang-ambingkan tekanan pada sektor ini.
Degradasi-degradasi tersebut diataslah yang kurang dipikirkan dimasa lalu yang menjadikan sektor ini terabaikan dan tidak berdaya dikepung oleh prioritas kebijakan yang waktu itu beralih dengan sangat mengandalkan sektor industri. Saat ini diperlukan kewaspadaan dini dari para pengambil kebijakan untuk secara tegas dan serius membangun sektor pertanian secara berkesinambungan (termasuk dukungan anggaran sektor pertanian yang memadai dari APBD), dikarenakan ukurannya adalah jika suatu daerah mampu mengelola sektor pertanian secara optimal maka daerah tersebut akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, atau dengan kata lain akan berhasil membangun daerahnya.
Kewaspadaan dini terhadap kondisi degradasi tersebut dapat diatasi dengan penguatan komitmen pimpinan daerah beserta segenap perangkatnya untuk secara bersama-sama membangun dan mengelola sektor pertanian ini dengan konsisten. Kondisi lain adalah mencoba menjaring kemitraan terpadu dengan konsep ABGC (Academic-Business-Government-Community) yang saling mendukung pengembangan sektor pertanian ini dimana diharapkan peningkatannya menjadi tanggungjawab bersama dan dapat dirasakan bersama.
Kondisi lain yang bisa diciptakan adalah menerapkan kawasan konservasi pertanian daerah terutama dikhususkan pada komoditas pangan utama meliputi, padi, jagung, kedelai, sayur-sayuran, serta kacang-kacangan, dan juga khusus “komoditas” peternakan dan “komoditas” perikanan. Kawasan konservasi pertanian ini akan menjamin ketersediaan lahan yang peruntukannya hanya untuk pengembangan komoditas pertanian dan tidak akan beralih fungsi. Kawasan-kawasan konservasi pertanian ini dengan sendirinya akan mendorong terbentuknya kawasan agropolitan-agropolitan daerah, dimana juga akan berpengaruh terhadap sektor pariwisata daerah. Dalam perjalanannya kawasan konservasi pertanian daerah sebaiknya diciptakan dengan didukung oleh penyuluh-penyuluh pertanian yang senantiasa mendukung kawasan konservasi pertanian daerah tersebut dan memiliki kapasitas dalam membantu para petani akan tata kelola usaha tani yang dimilikinya.
Kawasan konservasi pertanian daerah sebagai sebuah kawasan khusus pengelolaan pertanian, diharapkan juga akan memicu timbulnya usaha ekonomi kreatif masyarakat petani sehingga dapat mendorong peningkatan ekonomi daerah. Kesiapan infrastruktur yang mendukung kawasan tersebut juga layak diprioritaskan, baik berupa irigasi, jalan, sarana transportasi, komunikasi, hingga pabrik-pabrik pengolahan primer. Pemerintah daerah juga harus terus melakukan maintenance dan pengembangan berupa pelatihan-pelatihan kepada pelaku pertanian di kawasan konservasi pertanian daerah tersebut mengenai cara bercocok tanam yang efektif, penerapan teknologi pertanian terkini, manajemen usaha pertanian, manajemen mutu produk pertanian, hingga pada pemasaran hasil pertanian.
Terkait produk/ hasil pertanian pada kawasan konservasi pertanian daerah tersebut, pemerintah daerah perlu meningkatkan upaya menjaring rantai pemasaran secara luas dengan para pengusaha yang mengandalkan bahan baku hasil pertanian tersebut. Jika kondisi ini cukup tangguh, maka petani-petani tidak lagi merasa cemas akan pemasaran hasil pertaniannya dan akan berkonsentrasi secara penuh merawat dan mengelola lahan pertaniannya secara optimal. Pemerintah daerah juga dapat mulai melakukan penerapan manajemen mutu hasil pertanian sehingga dihasilkan komoditas pertanian yang berkualitas dan memiliki nilai jual tinggi.
Menciptakan kawasan konservasi pertanian daerah adalah sebuah konsep yang oleh penulis gambarkan secara terpadu akan memberikan dampak positif pada pembangunan daerah, tidak hanya keberadaan lahan pertanian yang akan terjaga, tetapi juga keberlangsungan hidup dan kesejahteraan petani akan meningkat secara lebih optimal. Penciptaan kawasan konservasi pertanian daerah ini adalah konsep baru yang akan sangat baik jika bisa direalisasikan mengingat tantangan-tantangan sektor pertanian ini yang kian berat dan diperlukan upaya berkesinambungan dan terintegrasi dari segala sektor untuk mendukung konsep ini.
Upaya lain mengantisipasi degradasi perlakuan sektor pertanian adalah dengan mendirikan Bank Unit Pengembangan Usaha Tani, yang secara langsung berkonsentrasi mengenai kegiatan pembiayaan dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan perekonomian pertanian dimana ditempatkan di daerah-daerah pertanian. Gerakan lain yang bisa diciptakan adalah memberikan subsidi pada penyediaan ALSINTAN (alat dan mesin pertanian) sehingga para petani dapat memperoleh dan menggunakan ALSINTAN dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, pemerintah daerah juga dapat mengaktifkan kembali KUD (Koperasi Unit Desa) dimana berfungsi sebagai tempat untuk menyewa ALSINTAN yang dibutuhkan petani.
Pemerintah daerah juga perlu mendorong pemahaman akan potensi, keunggulan, dan keuntungan pengusahaan di sektor pertanian. Upaya ini kiranya dibarengi dengan penyediaan infrastruktur yang baik, kemudahan akses, perijinan, serta permodalan yang dibutuhkan sehingga memantapkan langkah pengusaha untuk berusaha disektor ini. Peningkatan daya tarik pengusahaan di sektor pertanian akan semakin memperluas kesempatan kerja dan disisi lain menggerakkan ekonomi daerah.
Tingkat pertumbuhan ekonomi nasional yang kian positif akan memicu meningkatnya daya beli dan konsumsi masyarakat. Dampaknya tentu akan bertalian pada kebutuhan penyediaan komoditas pertanian yang mencukupi baik jumlah maupun kualitasnya. Sungguh dilema memang, ketika harga komoditas pertanian mengalami kenaikan yang secara pasti menguntungkan petani, harus berhadapan dengan tuntutan masyarakat yang menginginkan harga hasil pertanian yang murah. Sebaliknya turunnya harga hasil pertanian disambut ceria oleh masyarakat, namun disambut duka oleh petani. Belum lagi upaya yang biasa dilakukan oleh pemerintah untuk menekan harga komoditas pertanian melalui impor besar-besaran yang semakin mencekik keberadaan petani lokal. Oleh karenanya, secara makro perlu dipikirkan kebijakan umum yang tidak merugikan keduanya (konsumen maupun petani) melalui penerapan subsidi hasil pertanian yang diberikan kepada petani ataukah dikendalikan melalui cara-cara yang disebutkan dalam PP No. 68 Tahun 2002 Tentang Ketahanan Pangan meliputi, (a) pengelolaan dan pemeliharaan cadangan pangan pemerintah; (b) pengaturan dan pengelolaan pasokan pangan; (c) penetapan kebijakan pajak dan/atau tarif; dan (d) pengaturan kelancaran distribusi pangan.
Rabu, 03 Februari 2010
Memilah Langkah Utama
alasan mengapa banyak sasaran gagal kita raih, karena kita telah menggunakan waktu kita untuk mengerjakan hal-hal yang kurang utama bagi sasaran kita. jangan membuang-buang waktu untuk mengerjakan hal-hal yang di luar dari tujuan anda. sebaliknya, gerakkan langkah anda untuk menyelesaikan tugas yang paling utama bagi tujuan anda.
agar aktivitas kita tidak banyak yang mubazir, cobalah menentukan mana aktivitas yang menjadi prioritas utama bagi tujuan kita, mana aktivitas yang penting, dan mana aktivitas yang mendesak. memiliki ketentuan ini akan menolong kita dari keracunan, desakan, atau gigitan virust distraksi. distraksi adalah sesuatu yang tidak penting, tidak mendesak, tidak prioritas, tetapi kita pikirkan dan kita jalani. al-quran mengingatkan bahwa terkena distraksi akan membuat kita menjadi orang yang merugi.
"sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam sholatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna" (Qa. Al-Mu'minuun :1-3)
dikutip dari sebuah buku yang terus memotivasi diriku... (bunga rampai pandangan hidup, tim kreatif skill production)