berselancar yuk..

Google
www motivasi-opini-rustan.blogspot.com

Jumat, 17 Juli 2009

Fenomena Menarik.. Cinta Lelaki.. Grafik Menurun.. He.. He..

konsepsi cinta yang sulit dipahami... ketika hati tertarik pada sesuatu...

ternyata cinta lelaki penuh 100 % di awal dan semakin terus berkurang takkala cinta sudah berjalan bersama.. terus menukik dengan turbulensi degradasi kecepatan, entah inflasi 5 ato penyusutan 10 % setiap waktunya.. he.. he.. sekedar tulisan aja, tidak menjustifikasi..

sedangkan cinta seorang wanita, karunia iman yang terlengkapi.. terus mendaki dengan ketidakpercayaan dan penolakan pada tingkat pertumbuhan awal 1 %.. tetapi seiring perkembangan dan polesan hentakan diluar dugaan... terjadi penguatan nilai yang melesat dengan tajam tanpa strategi mengikuti garis linear ke atas secara meyakinkan, entah langsung 20 % ato 40 %.... terus memenuhi, bahkan melebihi standar rata-rata 100%.. he.. he.. sekali lagi ini hanya tulisan saja...

melangkahi nirwana menanti keputusan.... he.. he..


cutex_conan

Hebat Yah..


ORANG BODOH VS ORANG PINTAR
By Mario Teguh
Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis... Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar. Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.
Orang bodoh sering melakukan kesalahan,maka dia rekrut orang pintar yangtidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato,maka dia menyuruh orang pintar untuk membuatnya.Orang bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH).oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintaruntuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan,sementara itu orang pintar percaya.Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh.Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.
Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu yang dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar. Walhasil orang orang pintar menjadi staf-nya orang bodoh.
Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar'meratap-ratap' kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktuuntuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskanwaktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford),Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group).Adalah contoh orang-orang yang tidak pernah dapat S1), tapi kemudian menjadi kaya.Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka.Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.
PERTANYAAN : Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??
Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??
Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??
KESIMPULAN:Jangan lama-lama jadi orang pinter,lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.
Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh.
Kata kunci nya adalah 'resiko' dan 'berusaha',karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil,selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil.
Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut.
Dan mengabdi pada orang bodoh... Diamanakah posisi anda saat ini...
Berhentilah meratapi keadaan anda yang sekarang...
Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan.
Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan anda untuk merubahnya,
Lalu perhatikan apa yang terjadi...
Stay Super.....
Salam, Mario Teguh...