(ditulis, eh diketik.. sesaat setelah hujan reda di sore hari menjelang magrib... maunya pake judul PROVOKATOR, tp takutnya entar kena Undang-Undang ITE atas tuduhan pencemaran nama baik.. he.. he.. so INFORMAN aja dehh..)
Demonstrasi, orasi di jalan, pengerahan massa, kemarin-kemarin memang menjadi kekuatan utama untuk mencari perhatian agar keinginan atau harapan didengar oleh penguasa atau pengambil keputusan...
Tapi saat ini muncul kekuatan baru yang lebih ampuh dan dapat membalikkan keadaan tanpa harus bersusah payah berpeluh keringat turun ke jalan (meskipun dampak turunannya akan mengarah pada demonstrasi tersebut)... ialah sang superstar MEDIA MASSA, terutama media audio visual atau yang awam dikenal dengan Televisi (bahkan dunia maya seperti facebook atau email) yang secara aktual dapat membeberkan fakta ataupun opini secara terus menerus sehingga permasalahan kecil akan menjadi opini raksasa yang mendorong publik untuk menggalinya lebih dalam dan berakibat timbulnya dukungan ataupun penolakan...
Banyak contoh, seperti masalah pimpinan KPK (Pak Bibit dan Pak Chandra) yang dengan sorotan media terus menerus menjadikan beliau akhirnya bebas dan dapat bertugas kembali... Kasus prita yang harus membayar denda atas pencemaran nama baik Rumah Sakit (lagi-lagi) berkat bantuan media timbul simpati masyarakat untuk membantu beliau melalui pengumpulan koin untuk prita...
Bahkan lembaga-lembaga pemerintah berlomba-lomba menggunakan media massa ini untuk menunjukkan eksistensi lembaganya (atau hanya sekedar nampang biar terkenal kaliii... he.. he.. padahal pesan dibaliknya agak kabur)... yah, memang cocok, agar lembaga/ organisasi ini di akui dan berharga (bargaining position) maka publikasi (atas capaian kinerja) harus lebih sering dilakukan.. --tinggal publik/ pihak terkait yang menilainya—
Oleh karenanya, alangkah baiknya jika media (saat ini) juga banyak menyorot terobosan-terobosan dan keberhasilan-keberhasilan pemerintah yang sangat jarang atau minim diketahui masyarakat (tidak seperti sekarang yang lebih banyak mengumbar sinis kepada pemerintah, seolah-olah pemerintah dan aparatnya tidak bekerja dan berbuat apa-apa).. meskipun iyaaa, memang yang menarik perhatian dan dapat “dijual” oleh media adalah semua yang berbau kekurangan atau menentang sang penguasa.. tapi sebaiknya diimbangi dengan pemberitaan atas kinerja yang memotivasi pemerintah atas hasil yang telah dicapainya sehingga ke depan dapat berbuat lebih baik lagi...
Oh iya, media sebaiknya dapat giat memprovokasi pemerintah untuk lebih memperhatikan pulau-pulau kecil terluar, daerah-daerah pedalaman, terpencil serta perbatasan dalam lingkup NKRI ini dengan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan yang memadai, dimulai dengan pembangunan infrastruktur dan penggiatan perekonomian di daerah-daerah tersebut.. dengan otonomi daerah saya pikir hal tersebut menjadi ringan untuk diwujudkan mengingat pelaksanaannya menganut sistem “konkuren” (dilaksanakan bersama-sama)..
Kesimpulannya, agar didengar, diketahui, diakui, dan diperhatikan bersahabatlah dengan atau kerahkanlah seluruh MEDIA MASSA... he.. he.. iya kali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih telah mengunjungi blog saya, mohon perkenan memberikan komentar/ opini/ saran/ masukan/ dll... good luck to you :)