berselancar yuk..

Google
www motivasi-opini-rustan.blogspot.com

Kamis, 27 Maret 2008

Inspirational Letter

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja

Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.Ibu menjawab: “Mengapa?Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.

Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?

Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .

Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

www.motivasi.web.id

Menguapkan Senyuman

Dikutip dari Perkataan Elia Abu Madhi (dalam Buku La Tahzan)

orang berkata, "langit selalu berduka dan mendung"
Tapi aku berkata, "tersenyumlah, cukup duka cita di langit Sana"

Orang berkata, "masa muda telah berlalu dariku"
Tapi aku berkata,"tersenyumlah, bersedih menyesali masa muda tak kan pernah mengembalikannya"

orang berkata, "langitku yang ada dalam jiwa telah membuatku merana dan berduka. janji-jani telah mengkhianatiku ketika kalbu telah menguasainya. bagaimana mungkin jiwaku sanggup mengembangkan senyum manisnya.
Maka akupun berkata,"Tersenyum dan berdendanglah, kala kau membandingkan semua umurmu kan habis untuk merasakan sakitnya.

sungguh, kita sangat butuh senyuman, wajah yang selalu berseri, hati yang lapang, akhlak yang menawan, jiwa yang lembut, dan pembawaan yang tidak kasar.

"sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian berendah hati, hingga tidak ada salah seorang di antara kamu yang berlaku jahat pada yang lain dan tidak ada salah seorang diantaramu yang membanggakan diri atas yang lain" (Al-Hadits)

Menyadarkan Diri Dengan Secerah Cahaya Ilahi

Jangan lupa dan selalu praktekkan :

1.Bismillahhirrahmannirrahim: pada tiap-tap hendak melakukan sesuatu.

2.Alhamdulliah: pada tiap-tiap habis melakukan sesuatu.

3.Astagfirrullah: jika tersilap mengatakan sesuatu yang buruk.

4.Insyaallah: jika ingin melakukan sesuatu pada masa akan datang.

5.Lahaulawalaquataillahbillah: bila tidak dapat melakukan sesuatu yang agak berat atau melihat sesuatu yang buruk.

6.Innalillah: jika menghadapi musibah atau melihat kematian.

7.Laailaahaillallah: bacalah sepanjang siang dan malam sebanyak-banyaknya.

Rabu, 26 Maret 2008

“MENCIPTAKAN STABILITAS KEAMANAN PANGAN”

TULISAN KEDUA SAYA INI JUGA TELAH DIMUAT PADA HARIAN KALTIM POST
PADA BULAN MARET 2008.

Keamanan pangan merupakan titik tolak lemahnya sistem ketahanan pangan negara kita. Berita terbaru hasil penemuan rekan-rekan IPB yang menemukan adanya bakteri sakazakii (enterobacter sakazakii) pada susu formula yang telah banyak beredar sekian lama di negara ini. Meski ini kejadian kesekian kalinya yang mengancam keamanan pangan nasional setelah diantaranya ditemukannya kandungan minyak babi pada penyedap rasa, formalin, boraks, berkembangnya tanaman transgenik, serta kasus daging busuk di TPA Bantar Gebang merupakan persoalan pelik yang mengancam kondisi hajat hidup orang banyak di dalam negeri yang carut marut dengan banyak masalah ini. Meski BPOM telah melakukan pengawasan rutin termasuk pengambilan sample serta pengujian terhadap berbagai obat dan makanan serta kosmetik yang beredar,
Sebagai bagian dari sistem ketahanan pangan maka kondisi keamanan pangan perlu mendapat perhatian serius karena jika masalah ini berlarut-larut bisa dibayangkan masa depan bangsa ini. Berbicara masalah keamanan pangan maka kita akan masuk ke zona konsumsi, maka pentingnya pengetahuan konsumsi dalam hal ini gizi dan kesehatan masyarakat perlu ditingkatkan guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang cerdas, unggul, dan berdaya saing.
Pengaruh terhadap pencemaran pangan ini adalah zat-zat berbahaya yang terkandung didalam makanan tersebut yang baik secara kimiawi maupun mikrobiologi mengancam jiwa dan kesehatan, lihatlah dampak yang ditimbulkan secara akumulatif dengan berbagai macam penyakit kulit, kanker, peradangan pada sistem pencernaan, menurunnya kecerdasan, bahkan dapat berujung pada kematian. Juga penyebaran hewan-hewan impor yang merupakan buangan dari negeri luar perlu diwaspadai karena kemungkinan hewan-hewan tersebut membawa penyakit anthrax (sapi gila) yang sangat berbahaya.


Penemuan IPB terhadap bakteri sakazakii pada beberapa susu formula yang meski diakui penemuan tersebut bertentangan dengan hasil penemuan BPOM, namun ini mengindikasikan dua hal yaitu, disatu sisi penelitian dan pengujian yang dilakukan BPOM terhadap susu formula ini lemah karena didahului oleh lnstitusi pendidikan IPB, namun disisi lain menunjukkan peran aktif bersama (IPB, BPOM, serta informasi masyarakat) yang dilakukan untuk menjaga keamanan pangan yang mengancam hajat hidup orang banyak ini sesuai dengan pasal 1 UU No. 7 Tahun 1996 tentang pangan yang menyebutkan keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia. Yang tentunya pengamanan ini dilakukan secara bersama-sama secara integrative dan berkelanjutan.

Memperketat Pengawasan
Tentunya peran BPOM sebagai garda terdepan dalam hal pengawasan dan pengujian perlu ditingkatkan sesuai dengan anjuran Pasal 45 PP No. 28 Tahun 2004 Tentang Keamanan Pangan, mulai dari premarket evaluation sebelum pemberian izin dan post market control setelah produk beredar. Mengendalikan produk-produk impor yang masuk ke dalam negeri yang mengancam, selain itu pengawasan dari institusi pendidikan ditambah peran masyarakat untuk memberikan informasi mengenai masalah yang mengancam keamanan pangan juga sangat diperlukan sesuai anjuran PP No. 28 Tahun 2004 Tentang Keamanan Pangan. Pengawasan kepada produk-produk pangan olahan di pasaran yang tidak memiliki ijin, menggunakan zat additive berbahaya, serta telah mengalami masa kadaluarsa juga perlu di perketat mulai dari produksi, penyimpanan, hingga distribusi pangan yang sesuai dengan standar kemanan pangan nasional.


Peningkatan Koordinasi
Melihat masalah keamanan pangan ini tidak boleh dipandang sebagai urusan badan atau sektor tertentu tapi memerlukan perhatian secara holistik. Penguatan koordinasi BPOM pusat dan daerah juga sangat penting sebagai tumpuan dalam mengawasi banyaknya produk konsumsi yang beredar. Ditambah dengan peningkatan koordinasi dengan Departemen Perindustrian dan Perdagangan, Sektor Pertanian secara luas, Departemen Kesehatan, LSM, Lembaga-Lembaga Penelitian, serta masyarakat juga patut dilibatkan dan berperan serta mewujudkan stabilitas keamanan pangan nasional. Apa yang ditunjukkan oleh IPB setelah menemukan banteri tersebut (tanpa mempublikasikan susu formula yang tercemar) dengan langsung melakukan koordinasi dengan BPOM dan DEPKES merupakan langkah yang tepat untuk menghindarkan keresahan masyarakat serta untuk memperkuat pengujian dan penelitian lebih lanjut terhadap pencemaran produk tersebut.


Peningkatan Sosialisasi
Pemerintah perlu menyebarluaskan kepada masyarakat himbauan untuk bisa pandai-pandai dalam memilih pangan atau produk olahan yang ingin dikonsumsi juga peningkatan sosialisasi back to nature dibanding produk olahan yang cenderung rentan terhadap kesehatan, meningkatkan pengetahuan konsumsi masyarakat akan gizi dan pengaruhnya terhadap kesehatan melalui kegiatan-kegiatan penyuluhan yang berkelanjutan, serta membuka ruang untuk menerima masukan dari masyarakat akan masalah-masalah yang dihadapi terkait produk-produk pangan bermasalah yang beredar.


Kesemua tindakan-tindakan strategis diatas bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui dan bisa mengkonsumsi produk-produk yang sehat dan bermutu serta untuk menjamin produk-produk yang beredar aman secara kimiawi maupun secara mikrobiologis sehingga mekanisme penguatan keamanan pangan sebagai bagian integratif dari sistem ketahanan pangan dapat mewujudkan masyarakat indonesia yang sehat, makmur dan sejahtera sesuai dengan impian UUD 1945.

“Efek Penetesan (Tricle Down Effect) Sektor Pertanian”

Tulisan saya ini telah dimuat pada Harian KALTIM POST
Pada Tanggal 28 Februari 2008

Negara yang Top Farm seperti Indonesia secara mengejutkan menghadapi masalah ketahanan pangan. Sektor pertanian yang menjadi tumpuan di tengah kondisi perekonomian yang kian terpuruk saat ini harus tertatih-tatih mempertahankan gelar “Leading Sector” yang disandangnya. Sektor yang dulunya ibarat air digelas yang semakin penuh dimana akan membanjiri sekitarnya, justru hampir kehabisan air.
Mengapa tidak ? sebenarnya kita tahu sektor yang masih cukup besar menunjang perekonomian kita berasal dari sektor ini. Dan sebenarnya kita semua tahu bahwa untuk meningkatkan pertumbuhan sektor-sektor yang lain (hilir) maka sektor pertanian (hulu) yang harus dipermantap terlebih dahulu.
Sebenarnya kita juga tahu, bahwa jika sektor pertanian terganggu (harga, produksi, ketersediaan, dll) akan menyebabkan terganggunya sektor-sektor lainnya baik politik, ekonomi, sosial, budaya, bahkan keamanan pun akan terganggu. Bercermin pada kondisi saat ini dimana harga kedelai (juga terancam pada tanaman biji-bijian lainnya) meningkat tajam sedang ketersediaannya di dalam negeri sangat kurang dibanding kebutuhan yang begitu besar mengharuskan kita untuk menghapus bea impor kedelai ini (dimana kita tahu bahwa sejak dulu jumlah kedelai di tanah air ditopang ± 60 % dari kedelai impor) dari dulu semenjak dahulu hal-hal tersebut terjadi, tapi mengapa jalan keluar permasalahan tersebut sampai sekarang ataukah baru sekarang di upayakan solusinya. Apakah Negara ini terlalu disibukkan oleh banyaknya musibah yang menimpa kita ataukah karena kinerja aparat terkait yang belum maksimal untuk mengatasi problematika ini ataukah predikat Negara consumer telah menjadikan kita malas untuk berproduksi.
Kita tahu bahwa pada era 80-an kita bisa mengacukan jempol pada sektor pertanian yang telah membawa tanah air tercinta ini dikenal oleh seluruh dunia melalui swasembada pangannya. Namun takkala sektor ini masih terus berbenah, proses transformasi struktur ekonomi yang segera beralih ke arah industrialisasi (dimana kita tahu sektor ini rentan resiko ekonomi dunia) yang terlalu dipercepat tanpa disertai perencanaan yang matang (immature) seakan menjungkalkan bangsa ini di tengah keterpurukan. Ketahanan Pangan pun menjadi fokus perbincangan yang laris manis didiskusikan. Begitu besarnya pengaruh sektor pertanian terhadap sektor lainnya sepatutnya dijadikan dasar pemikiran yang mendalam bagi pengambil kebijakan di Negara ini.
Berbekal ketahuan kita tersebut, sebaiknya saat ini kita dapat menyusun langkah-langkah keberpihakan kita pada pengembangan sektor yang pada jaman sekarang ini Kekurangan Peminat dalam pengelolaannya karena dianggap tidak lagi menguntungkan. Revitalisasi pertanian yang menjadi jargon utama saat ini bakal terkendala jika tidak disertai oleh perbaikan infrastruktur, rehabilitasi, serta pengawasan. Mempermudah penyaluran Alsintan dan Saprodi kepada masyarakat tani, disamping itu keterbukaan para petani untuk menerima inovasi, pengetahuan, serta informasi dari penyuluh lapangan menjadi faktor pendukung pembangunan sektor ini.
Pemerintah saat ini perlu mengupayakan lebih intens dan kembali menonjolkan keunggulan daerah untuk meningkatkan produktivitas pertaniannya melalui usaha-usaha Spesialisasi, Diversifikasi serta Intensifikasi. Ditambah akses tataniaga/ pemasaran hasil produksi untuk mencegah disparitas harga, kemudahan pengembangan usaha tani melalui konsep pembiayaan yang mudah dan tidak berbelit, serta penyimpanan (storage) yang terkontrol (tidak hanya pangan beras) untuk mengamankan ketersediaan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat merupakan wujud Political Will keberpihakan pemerintah pada sektor pertanian.
Terjadinya peningkatan produksi pertanian tahun 2007 sebesar 4,8 % dibanding tahun sebelumnya mengindikasikan kebangkitan sektor ini. Hal lain yang perlu dilakukan adalah bagaimana memotivasi para petani atau kelompok petani untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, kualitas, serta ekspansi pengembangan usaha taninya, misalnya dengan pemberian insentif/ hadiah untuk kelompok tani atau desa yang produksi taninya paling tinggi (seperti konsep HBS di kota samarinda) ataukah memberikan penghargaan kepada petani yang melakukan inovasi-inovasi di bidang pertanian, serta giat melakukan temu wicara dengan kelompok-kelompok tani, dan lain-lain.
Kemajuan dan keberhasilan sektor pertanian pun perlu dipublikasikan lebih luas oleh seluruh media (tidak hanya masalah dan kegagalan) guna membangkitkan positif image terhadap sektor yang dimana amat berperan dalam penyedia bahan pangan, industri, serta devisa bagi Negara ini.
Hal penting yang perlu ditekankan adalah fungsi pengawasan multisector mulai dari on-farm hingga off-farm guna mendukung pembangunan sektor yang masuk ke dalam 3 agenda penting wacana nasional saat ini. Menarik kata seorang pengamat ekonomi pertanian yang mengatakan Sukses kinerja sebuah rezim pemerintahan harus diukur dari keberhasilan membangun pertanian dan bukan dari indikator semu semata seperti naiknya indeks harga saham atau kuatnya cadangan devisa, jika semua itu ternyata tidak berkorelasi atau termanifestasi pada kehidupan di bawah.

Renungan : Kumpulan Cerita Motivasi.Web

Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapibetapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!

Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.

Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa. Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur’an tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.

Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid

Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.

Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saatterakhir untuk event yangmenyenangkan.

Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur’an; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.

Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.

Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.

Semangkuk Bakmi Panas

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesansemangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.


Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ” Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa nona?”Tanya si pemilik kedai.“tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Ana, terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begituberterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, akutelah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”. Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikankepada kita. Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup Kita.

RENUNGAN:
BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA.SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSESALAMI YANG BIASA SAJA; TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAHHADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR.PIKIRKANLAH HAL ITU??APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?

HAI KAWAN, TAATILAH ORANG TUAMU DALAM SEGALA HAL, KARENA ITULAH YANG INDAH DIDALAM TUHAN.

dikutip dari www.motivasi.web.id

Minggu, 23 Maret 2008

Berfokus Pada Kelebihan Diri

“Anak-anak, coba tuliskan tiga kelebihanmu, ” kata seorang guru yang hari itu menjadi pembimbing retreat bagi anak-anak sekolah dasar.

Menit demi menit berlalu namun anak-anak itu seakan masih bingung.

Dengan setengah berakting, sang guru kemudian bersuara keras : “Ayo, tuliskan! Kalau ngga, kertasmu saya sobek lo.” Anak-anak manis itu seketika menjadi salah tingkah.

Beberapa di antara mereka, memang tampak mulai menulis. Salah satu di antara mereka menulis di atas kertas, “Kadang-kadang nurutin kata ibu. Kadang-kadang bantu ibu. Kadang-kadang nyuapin adik makan.”

Penuh rasa penasaran, sang guru bertanya kepadanya : “Kenapa tulisnya kadang-kadang? “. Dengan wajah penuh keluguan, sang bocah hanya berkata : “Emang cuma kadang-kadang, pak guru”

Ketika semua anak telah menuliskan kelebihan dirinya, sang guru kemudian melanjutkan instruksi berikutnya : “Sekarang anak-anak, coba tuliskan tiga kelemahanmu atau hal-hal yang buruk dalam dirimu.”

Seketika ruangan kelas menjadi gaduh. Anak-anak tampak bersemangat. Salah satu dari mereka angkat tangan dan bertanya : “Tiga saja, pak guru?”. “Ya, tiga saja!” jawab pak guru. Anak tadi langsung menyambung : “Pak guru, jangankan tiga, sepuluh juga bisa!”.

Apa pelajaran yang bisa kita petik dari cerita sederhana itu? Saya menangkap setidaknya ada beberapa hal penting yang bisa kita pelajari. Salah satunya, kita sering tidak menyadari apa kelebihan diri kita karena lingkungan dan orang di sekitar kita jauh lebih sering mengkomunikasikan kepada kita kejelekan dan kekurangan kita.

Benarlah apa yang dikatakan Alexander Graham Bell : “Setelah satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka; tetapi kerap kali kita terlalu lama memandangi dan menyesali pintu yang telah tertutup sehingga kita tidak melihat pintu yang telah dibuka untuk kita.”

Fokuskan perhatian pada kelebihan kita dan bukan kelemahan kita.

(www.motivasi.web.id)

Hal-Hal Kecil Yang Menyadarkan Kemuliaan


Jangan lupa dan selalu praktekkan :

1.Bismillahhirrahmannirrahim: pada tiap-tap hendak melakukan sesuatu.

2.Alhamdulliah: pada tiap-tiap habis melakukan sesuatu.

3.Astagfirrullah: jika tersilap mengatakan sesuatu yang buruk.

4.Insyaallah: jika ingin melakukan sesuatu pada masa akan datang.

5.Lahaulawalaquataillahbillah: bila tidak dapat melakukan sesuatu yang agak berat atau melihat sesuatu yang buruk.

6.Innalillah: jika menghadapi musibah atau melihat kematian.

7.Laailaahaillallah: bacalah sepanjang siang dan malam sebanyak-banyaknya.

Kekuatan Terbesar Manusia

Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya.Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti.

Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang
kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang
dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan.
Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita
akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.

Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga
berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal
penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita berhasil mencapai
target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai
potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar. Kekuatan pikiran
bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2 cara, yaitu: autosuggestion
dan visualization.

Autosuggestion

Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah
sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar
sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita
untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang sangat besar dan
terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion.

Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya,
melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap obyek
yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah sadar
inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang
ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah digunakan
untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niat untuk
melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah sadar.

Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock) . Karena dilakukan
berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akan menembus
pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun memompa semangat.
Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup kita.

Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh orang lain.
Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam. Biasakan
mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang
konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-budaya yang
potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.

Ada 5 (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu;

- Positive : pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal yang
positif saja.

- Powerful : lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan
kekuatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa.

- Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat
dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun
berdasarkan kategori.

- Present Tense: dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di
masa lalu atau akan datang.

- Personal : lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih
dahulu.

Visualization

Bila kita menginginkan sesuatu maka pikiran bawah sadar akan
menggambarkan apa yang didambakan itu. Dengan cara memvisualisasikan
impian terlebih dahulu, terciptalah banyak sekali karya-karya
spektakuler di dunia ini. Marcus Aurelius Antonius, seorang kaisar
Romawi jaman dahulu mengatakan, “A man’s life is what his thought make
of it - Kehidupan manusia ialah bagaimana mereka memikirkannya. ”

Sesuatu yang selalu divisualisasikan manusia akan mudah terekam dalam
pikiran bawah sadar. Lalu muncul kekuatan pikiran tersebut, yang
berperan sebagai penghubung antara jiwa dengan tubuh. Sehingga tubuhpun
bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi yang sebelumnya tidak pernah
digunakan, dalam bentuk kreatifitas atau tindakan. Memvisualisasikan
impian memungkinkan seluruh impian tercapai oleh pikiran bawah sadar.

Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan potensi yang sama besar kepada
manusia. Tidak ada ruginya membayangkan betapa berpotensinya diri kita
untuk mencapai impian-impian. Berikut ini beberapa langkah dalam
memvisualisasikan impian, yaitu:

1. Mendefinisikan impian

Mendefinisikan impian artinya memberikan batasan atau standar akan
impian yang hendak dicapai. Kemudian, gambarkanlah semua impian
seolah-olah Anda sudah sepatutnya meraih impian tersebut. Meskipun
tindakan ini terkesan sederhana, tetapi dari gambaran impian itulah kita
akan mencoba berbuat sesuatu untuk melakukan perubahan dan akhirnya
dapat meraih cita-cita.

2. Menentukan target waktu

Dambakan impian itu terwujud sesuai target yang telah ditentukan, sebab
impian tanpa target waktu hanya akan menjadi mimpi sesaat. Impian dengan
target waktu akan menggerakkan kesadaran untuk tidak segan-segan
melakukan perubahan. Maka mulailah dari sekarang, Be the best, do the
best, and then let God take care the rest ?Jadilah yang terbaik, lakukan
yang terbaik, biarlah Tuhan yang menentukan. Potensi yang kita miliki
kelihatannya sangat sayang jika tidak dioptimalkan.

3. Melakukan berulang-ulang

Melakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering
ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian
itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah diterima
oleh SCM (sub-conscience mind), maka dia akan menggerakkan diri kita
untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih kreatif.

Jika impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat melipatgandakan
kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang diulang-ulang ini akan
secara tidak langsung merangsang ilusi akan kenyataan yang luar biasa
tentang potensi kita sebagai umat manusia. Sehingga diri kita akan
berusaha keras mencapai impian yang

divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar
bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri kita
pada suatu waktu.*

Sumber: Kekuatan Pikiran Bawah Sadar oleh Andrew Ho

(www.motivasi.web.id)

4 Tipe Manusia Dalam Menghadapi Tekanan Hidup

“Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh” (John Gray)

Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih,hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.

Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.

Tipe pertama, tipe kayu rapuh. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada
saat kesulitan terjadi.

Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.

Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.

Tipe kedua, tipe lempeng besi. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan
tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.

Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau
mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.

Tipe ketiga, tipe kapas. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi.
Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.

Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat.

Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini.

Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi
suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?

Sumber: 4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup oleh Anthony Dio Martin

www.motivasi.web.id

Bersahabat Dengan Masalah

Di kutip dari Adi W. Gunawan
(www. pembelajar.com)

“If a problem doesn’t kill you, it will make you stronger.”

Seorang kawan mengeluh, ”Pak, saya kok sering kena masalah ya? Padahal saya ini sudah rajin berdoa, selalu positive thinking, tidak pernah bikin susah orang lain, suka menolong orang lain, jujur dalam bekerja, dan nggak neko-neko. Kenapa ya Pak? Apa masalah saya? Saya sudah bosan kena masalah terus.”

”Wah, selamat ya,” balas saya.
”Lho, bagaimana sih Pak Adi ini. Saya punya banyak masalah kok malah diberi selamat. Senang ya Pak kalau lihat orang susah?” kawan saya balik bertanya dan agak jengkel.
“Sabar...sabar... bukan begitu maksud saya. Jangan tersinggung dong,” jawab saya cepat sambil berusaha menenangkan kawan saya ini.


Nah, pembaca, apa yang saya tulis di artikel ini merupakan hasil obrolan saya dan kawan saya.
Masalah. Setiap orang pasti punya masalah. Setiap hari kita pasti berhadapan dengan masalah. Kita berusan dengan masalah. Kita mendapat masalah. Kita membuat masalah. Kita bahkan bisa jadi sumber masalah. Masalah terbesar adalah kalau kita tidak tahu bahwa masalah kita adalah kita merasa tidak punya masalah.


Pembaca, waktu Anda mengalami masalah, bagaimana reaksi Anda?
Apakah Anda marah? Jengkel? Sakit hati? Frustrasi? Takut? Menyalahkan diri sendiri? Atau Anda cenderung untuk menyalahkan orang lain?


Anda mungkin bertanya-tanya mengapa saya menggunakan judul ”Bersahabat Dengan Masalah”. Apa nggak salah, nih? Kita kok diminta bersahabat dengan masalah?

Benar. ”Masalah” sebenarnya adalah hal yang sangat positif. Mari kita bahas terlebih dahulu makna di balik kata ”masalah”. Masalah, yang dalam bahasa Inggris adalah ”problem”, ternyata mempunyai akar kata yang maknanya sangat berbeda dengan yang kita pahami selama ini.
Akar kata ”problem” berasal dari bahasa Yunani, proballein, yang bila ditelusuri lebih jauh mengandung makna yang sangat positif. Pro berarti forward atau maju. Sedangkan ballein berarti to drive atau to throw. Jadi, problem berarti bergerak maju. Problem berarti kesempatan untuk maju dan berkembang.


Sewaktu pertama kali mengetahui bahwa akar kata problem, proballein, artinya bergerak maju, saya sempat terhenyak dengan perasaan kaget dan takjub. Sungguh luar biasa dan sungguh benar. Coba kita renungkan bersama. Masalah sebenarnya adalah suatu simtom yang menunjukkan adanya suatu penyebab atau akar masalah. Justru dengan seringnya seseorang mendapat “masalah”, bila orang ini cukup bijak dan jujur pada dirinya sendiri, ia akan berkembang dan bisa lebih maju.